Perihal Hati

Nama : Jeinan Chairunisa Asmilda Srg
NIM : 181301014

Halo, aku baru pemula dalam hal membuat puisi - puisi. Dibawah ini, aku menulis beberapa puisi mengenai perihal hati yang sesak. Mohon dimaklumi ya, kalau masih belum bagus.


Agustus

Biarlah aku disini,
dengan sabar aku akan menunggu
dirimu sampai aku akan merasa
bahwa aku sudah lelah.

Lalu, biarkanlah aku
Berdiri tepat disampingmu
dengan secercah harapan dan 
senyum walau aku tahu
tak akan ada.


Tumbuh

Kukira akan terjadi hal 
baik, yang akan berlanjut
Setelah kau berhasil,
menumbuhkan rasa di hatiku.

Kukira kau akan terus,
menyiramnya dan menjaganya.
Ternyata hanya ekspektasiku
saja.


Yang Telah Berlalu

Tetap tersenyum meski,
waktu itu telah berlalu.
Kenanglah ia yang pernah,
ada di hatimu dalam bahagia
bukan dalam luka.

Alam semesta pernah, 
menjadi saksinya. Kenanglah,
perasaan yang pernah menjalar
dan simpanlah.


Senja

Dan kepada senja,
aku menutup mata dan
mengingat kembali hari itu.

Hati dimana seluruh
perasaan bercampur aduk
dalam satu wadah.

Dan kepada senja,
aku berkata bahwa aku
rindu masa-masa itu.


Setelahnya

Tinggalkan pesan jika,
ingin pergi dan tinggalkan
jejak yang akan membekas.
Entah sementara atau selamanya.

Sementara ini,
mari mengenal, duduk,
dan saling tatap lalu,
diantara kita bisa pergi
tanpa suara.


Masih

Masih teringat,
aku tentang kata-kata
yang pernah terlontar
dari mulutmu.

Dan aku masih,
memikirkannya, jika
itu membuatmu menangis
maka benar ia masih
segalanya bagimu.

Jika tidak, kenanglah
setiap saat yang pernah,
dilalui dengannya.


Aku Tidak Akan

Kalau kita bertemu lagi,
katakan kepadaku kalau,
aku tak akan mengingatmu.

Katakan kepadaku,
kalau kau tidak akan melihatku
mengingat dan menangis lagi.

Karena ketika hujan,
aku akan mengeluarkan
dan merasakannya, perihal
memori.

Comments

Post a Comment

Popular Posts